Skip to main content

Bayi Kuning




Hampir semua anak saya dinyatakan kuning ketika kami hendak pulang dari rumah sakit sehabis melahirkan. Hampir semuanya tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang dan harus difototerapi selama 3-7 hari. Saat hal ini terjadi pada anak pertama, saya sangat kaget, takut, khawatir dan sedih , terlebih karena terpaksa meninggalkan bayi yang baru saja dilahirkan, di rumah sakit. Tapi setelah mendengar penjelasan dokter dan karena takut akan efeknya terhadap bayi saya di masa mendatang, akhirnya saya merelakan dia dirawat.

Bayi disebut kuning bila kadar bilirubinnya melebihi normal. Biasanya, bila kadar bilirubin masih sekitar 10-11, dokter akan membolehkan bayi di bawa pulang, tapi harus dijemur setiap pagi. Tapi jika kadar bilirubinnya lebih dari 11, bayi biasanya akan diberi fototerapi dengan lampu bili, atau dilakukan tukar darah, jika tingkat bilirubin sudah dinilai amat membahayakan.

Penyebab bayi kuning secara umum bisa digolongkan dalam dua kategori, yakni patologis dan fisiologis.
Bayi yang mengalami kuning pada 2-3 hari setelah lahir biasanya mengalami kuning fisiologis, yang bisa sembuh dengan sendirinya. Bila kadar bilirubin meningkat pesat dalam satu hari setelah lahir, dan tidak sembuh dalam dua minggu, biasanya penyebabnya patologis.

(Foto: Koleksi pribadi)

Kuning pada bayi kadang diremehkan para orangtua karena dianggap sudah lazim, tinggal dijemur dan disusui saja sesering mungkin. Itu ada benarnya. Tapi hanya berlaku jika tingkat bilirubin masih di bawah 11. Jika tingkat bilirubin melebihi 11, sebaiknya bayi difototerapi . Karena jika dibiarkan saja, bilirubin yang berlebihan ini bisa menembus otak bayi lalu mengerak di otaknya. Ini dapat menyebabkan pertumbuhan bayi lambat.

Jika bayi Anda kuning, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, apa yang sebaiknya dilakukan demi kebaikan bayi Anda. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Dari: Berbagai sumber
Foto: iStock dan koleksi pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Placenta Previa

Foto: iStock Apakah placenta previa? Placenta Previa adalah suatu keadaan di mana placenta, yang berfungsi menyalurkan zat-zat gizi kepada bayi melalui tali pusat dan biasanya terletak di bagian atas rahim,   tumbuh di bagian bawah rahim, dan menutupi cervix/ jalan lahir sebagian atau sepenuhnya. Terdapat tiga jenis placenta previa, yakni: Placenta terletak di dekat cervix/jalan lahir tapi tidak menutupinya. Pada kasus ini, placenta seringkali bergerak ke atas rahim seiring bertambahnya usia kehamilan. Placenta previa sebagian, yakni placenta menutupi sebagian cervix/jalan lahir. Placenta previa total, yakni placenta sepenuhnya menutupi cervix/jalan lahir. Jika kondisi ini diketahui pada awal kehamilan, di bawah 20 minggu, ini biasanya tidak terlalu dipermasalahkan karena posisinya masih bisa berubah. Tapi jika setelah usia kehamilan menginjak trimester ke-3 dan letak placenta masih di dekat cervix atau menutupi cervix, maka dokter akan menyarankan An...

Baik Buruknya Popok Sekali Pakai

Foto: iStock Kalau tak hati-hati, kulit bayi bisa teriritasi. Cari yang cocok untuk si kecil dan perhatikan betul cara pemakaiannya. Praktis. Begitulah jawaban para ibu kalau ditanya mengapa anaknya diberi popok sekali pakai alias diaper. "Cocok banget untuk musim hujan. Kalau pakai popok kain, kan, harus dicuci dan dijemur. Kapan keringnya?" Memang, popok sekali pakai jadi mempermudah pekerjaan ibu. Minimal, tak perlu mencuci atau mengganti popok kain setiap kali si kecil pipis. "Selain ibu tak perlu bangun malam, anak juga bisa tidur lebih lelap di malam hari karena tak terganggu. Kalau pakai popok kain, tiap kencing, kan, harus diganti," ujar dr. H.M.V. Ghazali MBA. MM atau Vinci dari Klinik Kid's World, Kramat Batu Jakarta Selatan. Berbagai jenis popok sekali pakai, kini semakin banyak tersedia di pasaran. Memang, sih, setelah krismon, banyak ibu kembali ke popok kain karena harga diaper (apalagi yang impor), jadi luar biasa mahal. Variasinya pun beragam. Ad...

Mengajak Bayi Bepergian

Mengapa tidak! Berikut segala sesuatu yang harus disiapkan agar acara jalan-jalan jadi menyenangkan. Bayi juga bisa jenuh, lo, kalau di rumah terus. Sesekali ia perlu diajak bepergian. "Itu penting untuk pengenalan lingkungan. Dia bisa beradaptasi dengan orang dan alam sekitar. Baik itu lingkungan tetap maupun yang bergerak," ujar dokter spesialis anak RSIA Hermina Podomoro, dr. Erita Ilyas, Sp.A. Meski begitu, anak usia di bawah 28 hari, tak disarankan untuk diajak bepergian. Alasannya, bayi seusia itu masih riskan beradaptasi dengan lingkungan luar. "Idealnya, sejak ia menginjak usia 6 bulan. Di umur itu, bayi sudah mendapat sejumlah imunisasi untuk daya tahan tubuhnya. Ia juga sudah bisa melihat dan mengenal benda-benda di lingkungannya, di samping sudah bisa didudukkan, berlatih jalan, atau bicara," terang Erita. Memang, lanjutnya, bayi umur 1-2 bulan juga sudah boleh diajak bepergian. Cuma, kemungkinan ia ketularan penyakit, misalnya, amat besar. "Misalnya...