Skip to main content

Posts

Merawat Bayi dan Balita yang Menderita Flu dan Pilek

  Flu dan pilek adalah dua kondisi yang sering membingungkan banyak orang karena gejalanya yang mirip, terutama pada bayi dan anak-anak. Namun, penting untuk memahami perbedaan antara keduanya agar dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Flu, atau influenza, adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini cenderung lebih serius daripada pilek biasa dan dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, terutama pada bayi dan anak-anak dengan kondisi medis tertentu. Gejala Flu pada Anak: - Demam mendadak (biasanya di atas 38° C) - Menggigil dan tubuh gemetar - Sakit kepala atau pusing - Nyeri otot dan kelelahan - Sakit tenggorokan - Batuk kering - Pilek dan hidung tersumbat   Pengobatan Pengobatan flu pada anak umumnya fokus pada meredakan gejala dan mendukung sistem imun anak. Ini termasuk: - Istirahat yang cukup - Konsumsi cairan yang banyak untuk menceg...
Recent posts

Apakah Bayi Anda Siap MPASI?

  Menginjak usia 6 bulan, bayi Anda sudah mulai bisa dikenalkan dengan makanan padat pertama sebagai asupan nutrisi anak. Ini saatnya orangtua berpikir tentang resep menu makanan pendamping ASI (MPASI) yang terbaik untuk diberikan kepada bayi usia 6 bulan, demi mendukung sistem pencernaan, otak, dan sistem kekebalan tubuh mereka. Makanan seperti apa yang baik untuk bayi? Badan Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa makanan pendamping ASI atau MPASI untuk bayi boleh diperkenalkan saat bayi berusia 6 bulan. Mengapa demikian? Di usia 6 bulan, bayi umumnya sudah menunjukkan tanda siap MPASI. Yakni antara lain, bayi mampu menahan lehernya untuk tetap tegak, mampu duduk sendiri, refleks menjulurkan lidah sudah berkurang, tampak tertarik dengan makanan dan mencoba memasukkan makanan ke mulutnya. Pemberian MPASI juga harus memenuhi kebutuhan gizi bayi, dan dapat membantu melatih bayi menelan dengan baik (tidak tersedak), serta tidak melebihi kapasitas kerja sistem pencernaannya. ...

Placenta Previa

Foto: iStock Apakah placenta previa? Placenta Previa adalah suatu keadaan di mana placenta, yang berfungsi menyalurkan zat-zat gizi kepada bayi melalui tali pusat dan biasanya terletak di bagian atas rahim,   tumbuh di bagian bawah rahim, dan menutupi cervix/ jalan lahir sebagian atau sepenuhnya. Terdapat tiga jenis placenta previa, yakni: Placenta terletak di dekat cervix/jalan lahir tapi tidak menutupinya. Pada kasus ini, placenta seringkali bergerak ke atas rahim seiring bertambahnya usia kehamilan. Placenta previa sebagian, yakni placenta menutupi sebagian cervix/jalan lahir. Placenta previa total, yakni placenta sepenuhnya menutupi cervix/jalan lahir. Jika kondisi ini diketahui pada awal kehamilan, di bawah 20 minggu, ini biasanya tidak terlalu dipermasalahkan karena posisinya masih bisa berubah. Tapi jika setelah usia kehamilan menginjak trimester ke-3 dan letak placenta masih di dekat cervix atau menutupi cervix, maka dokter akan menyarankan An...

Baik Buruknya Popok Sekali Pakai

Foto: iStock Kalau tak hati-hati, kulit bayi bisa teriritasi. Cari yang cocok untuk si kecil dan perhatikan betul cara pemakaiannya. Praktis. Begitulah jawaban para ibu kalau ditanya mengapa anaknya diberi popok sekali pakai alias diaper. "Cocok banget untuk musim hujan. Kalau pakai popok kain, kan, harus dicuci dan dijemur. Kapan keringnya?" Memang, popok sekali pakai jadi mempermudah pekerjaan ibu. Minimal, tak perlu mencuci atau mengganti popok kain setiap kali si kecil pipis. "Selain ibu tak perlu bangun malam, anak juga bisa tidur lebih lelap di malam hari karena tak terganggu. Kalau pakai popok kain, tiap kencing, kan, harus diganti," ujar dr. H.M.V. Ghazali MBA. MM atau Vinci dari Klinik Kid's World, Kramat Batu Jakarta Selatan. Berbagai jenis popok sekali pakai, kini semakin banyak tersedia di pasaran. Memang, sih, setelah krismon, banyak ibu kembali ke popok kain karena harga diaper (apalagi yang impor), jadi luar biasa mahal. Variasinya pun beragam. Ad...

Mengajak Bayi Bepergian

Mengapa tidak! Berikut segala sesuatu yang harus disiapkan agar acara jalan-jalan jadi menyenangkan. Bayi juga bisa jenuh, lo, kalau di rumah terus. Sesekali ia perlu diajak bepergian. "Itu penting untuk pengenalan lingkungan. Dia bisa beradaptasi dengan orang dan alam sekitar. Baik itu lingkungan tetap maupun yang bergerak," ujar dokter spesialis anak RSIA Hermina Podomoro, dr. Erita Ilyas, Sp.A. Meski begitu, anak usia di bawah 28 hari, tak disarankan untuk diajak bepergian. Alasannya, bayi seusia itu masih riskan beradaptasi dengan lingkungan luar. "Idealnya, sejak ia menginjak usia 6 bulan. Di umur itu, bayi sudah mendapat sejumlah imunisasi untuk daya tahan tubuhnya. Ia juga sudah bisa melihat dan mengenal benda-benda di lingkungannya, di samping sudah bisa didudukkan, berlatih jalan, atau bicara," terang Erita. Memang, lanjutnya, bayi umur 1-2 bulan juga sudah boleh diajak bepergian. Cuma, kemungkinan ia ketularan penyakit, misalnya, amat besar. "Misalnya...

Berbobot Lebih Belum Tentu Sehat

Foto: iStock Kondisi bayi yang lahir dengan bobot berlebih justru harus lebih dipantau demi menghindari risiko di kemudian hari. Sebenarnya siapa sih yang disebut bayi berat lahir berlebih itu? Ada dua kelompok. Pertama, bayi yang begitu lahir memiliki bobot lebih dari 3.900 gram. Padahal normalnya, sekitar 2.500-3.800 gram. Kondisi yang dikenal sebagai giant baby ini dapat terbawa sampai anak tumbuh dewasa. Yang kedua, bobot si kecil sewaktu lahir tergolong normal tapi pada masa pertumbuhannya naik cukup banyak hingga melebihi ambang batas grafik pertambahan berat badan. Nah, bayi seperti ini diistilahkan sebagai bayi dengan berat badan di atas rata-rata. Kondisi ini umumnya disebabkan pola makan bayi yang berlebihan dan asupan gizi yang tidak seimbang. Obesitas pada anak diklasifikasikan berdasarkan hasil pengukuran berat badan dibandingkan panjang badannya. Dikatakan obesitas ringan bila perbandingan berat terhadap panjang badan antara 120-135%, sedangkan disebut obesitas berat bila...

Berapa 'Berat Badan yang Tepat' untuk Bayi?

Ada banyak cara memantau kesehatan bayi. Tapi yang termudah adalah dengan mengukur kondisi fisiknya. Untuk itu, Ibu perlu tahu ukuran idealnya – sehingga Ibu bisa menduga status kesehataan si kecil. Berat badan bayi Ibu juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetika. Juga bisa dipengaruhi asupan gizi dan kesehatan Ibu saat Ibu hamil. Yang terpenting bukan berapa beratnya saat ia lahir, tapi berapa berat yang dicapai setelahnya. Lakukan pengukuran antropometri (berkaitan dengan tubuh), seperti berat badan, panjang badan (tinggi badan), serta lingkar kepala untuk memastikan pertumbuhannya. Penurunan berat badan setelah lahir Setiap anak mengikuti pola pertumbuhan sejak lahir. Dan biasanya hal pertama yang terjadi adalah berat badannya turun. Tak perlu cemas, karena bayi butuh waktu untuk terbiasa minum susu. Dan bila Ibu memberi ASI, tubuh Ibu juga harus terbiasa untuk memproduksi susu. Banyak bayi kehilangan berat badannya sampai 10% dalam beberapa hari pertama setelah lahir...