Skip to main content

Tips Mengatasi Mual di Pagi Hari (Morning Sickness)



Pada trimester pertama, biasanya kita mengalami mual-mual, muntah, pening, cepat lelah dan mengantuk, terutama di pagi hari. Ini wajar, karena tubuh kita sedang mengalami perubahan dan ketidakseimbangan hormon, yang akan mereda dengan sendirinya saat kehamilan memasuki bulan ketiga atau keempat. Pada dasarnya, ini bisa diatasi dengan asupan gizi yang memadai. Namun jika mual-muntah amat parah, biasanya dokter meresepkan obat untuk meringankan (Vit B6). Tapi repotnya, kadang ada sebagian yang bahkan merasa mual ketika melihat obat atau menelannya, hingga obat dimuntahkan kembali.

Nah, bagi mereka yang tidak suka minum obat, silakan coba tips berikut ini:

1. Saat bangun tidur, minumlah segelas susu hangat dan makan sedikit biskuit atau roti. Bagi yang tidak bisa minum susu, minum saja teh hangat, jus buah, atau jahe hangat. Selain mengatasi mual, jahe juga bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Perbanyak makan buah, seperti pisang ambon, jeruk, apel, anggur jambu merah, pepaya, semangka, dll. Buah-buahan ini selain mengandung berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh, juga merupakan sumber asam folat yang bagus.

3. Makanlah sayur-sayuran hijau dan wortel (bisa dijus, disayur atau dimakan mentah).

4. Kurangi sambal (atau semua makanan yang pedas), makanan yang terlalu berminyak atau berlemak.

5. Makanlah dengan porsi sedikit tapi sering.

Selamat mencoba!

Dari: Berbagai sumber
Foto: iStock

Comments

Popular posts from this blog

Placenta Previa

Foto: iStock Apakah placenta previa? Placenta Previa adalah suatu keadaan di mana placenta, yang berfungsi menyalurkan zat-zat gizi kepada bayi melalui tali pusat dan biasanya terletak di bagian atas rahim,   tumbuh di bagian bawah rahim, dan menutupi cervix/ jalan lahir sebagian atau sepenuhnya. Terdapat tiga jenis placenta previa, yakni: Placenta terletak di dekat cervix/jalan lahir tapi tidak menutupinya. Pada kasus ini, placenta seringkali bergerak ke atas rahim seiring bertambahnya usia kehamilan. Placenta previa sebagian, yakni placenta menutupi sebagian cervix/jalan lahir. Placenta previa total, yakni placenta sepenuhnya menutupi cervix/jalan lahir. Jika kondisi ini diketahui pada awal kehamilan, di bawah 20 minggu, ini biasanya tidak terlalu dipermasalahkan karena posisinya masih bisa berubah. Tapi jika setelah usia kehamilan menginjak trimester ke-3 dan letak placenta masih di dekat cervix atau menutupi cervix, maka dokter akan menyarankan An...

Baik Buruknya Popok Sekali Pakai

Foto: iStock Kalau tak hati-hati, kulit bayi bisa teriritasi. Cari yang cocok untuk si kecil dan perhatikan betul cara pemakaiannya. Praktis. Begitulah jawaban para ibu kalau ditanya mengapa anaknya diberi popok sekali pakai alias diaper. "Cocok banget untuk musim hujan. Kalau pakai popok kain, kan, harus dicuci dan dijemur. Kapan keringnya?" Memang, popok sekali pakai jadi mempermudah pekerjaan ibu. Minimal, tak perlu mencuci atau mengganti popok kain setiap kali si kecil pipis. "Selain ibu tak perlu bangun malam, anak juga bisa tidur lebih lelap di malam hari karena tak terganggu. Kalau pakai popok kain, tiap kencing, kan, harus diganti," ujar dr. H.M.V. Ghazali MBA. MM atau Vinci dari Klinik Kid's World, Kramat Batu Jakarta Selatan. Berbagai jenis popok sekali pakai, kini semakin banyak tersedia di pasaran. Memang, sih, setelah krismon, banyak ibu kembali ke popok kain karena harga diaper (apalagi yang impor), jadi luar biasa mahal. Variasinya pun beragam. Ad...

Mengajak Bayi Bepergian

Mengapa tidak! Berikut segala sesuatu yang harus disiapkan agar acara jalan-jalan jadi menyenangkan. Bayi juga bisa jenuh, lo, kalau di rumah terus. Sesekali ia perlu diajak bepergian. "Itu penting untuk pengenalan lingkungan. Dia bisa beradaptasi dengan orang dan alam sekitar. Baik itu lingkungan tetap maupun yang bergerak," ujar dokter spesialis anak RSIA Hermina Podomoro, dr. Erita Ilyas, Sp.A. Meski begitu, anak usia di bawah 28 hari, tak disarankan untuk diajak bepergian. Alasannya, bayi seusia itu masih riskan beradaptasi dengan lingkungan luar. "Idealnya, sejak ia menginjak usia 6 bulan. Di umur itu, bayi sudah mendapat sejumlah imunisasi untuk daya tahan tubuhnya. Ia juga sudah bisa melihat dan mengenal benda-benda di lingkungannya, di samping sudah bisa didudukkan, berlatih jalan, atau bicara," terang Erita. Memang, lanjutnya, bayi umur 1-2 bulan juga sudah boleh diajak bepergian. Cuma, kemungkinan ia ketularan penyakit, misalnya, amat besar. "Misalnya...